Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Touring. Tampilkan semua postingan

Dominasi Sepeda Motor pada Mudik Lebaran 0

ScootLand | 2:37:00 PM | ,

Mudik Lebaran sudah menjadi tradisi budaya masyarakat. Jutaan warga setiap tahun meninggalkan Jakarta menuju kampung halaman. Mudik menggunakan sepeda motor kini seakan menjadi trend karena dari tahun ke tahun terus meningkat.
Alasan ekonomis serta sulitnya mendapat tiket kereta api, membuat warga memilih menggunakan sepeda motor buat mudik. Data yang dihimpun Pos Kota, tahun 2009 lalu, tercatat 3,9 juta sepeda motor digunakan pemudik untuk pulang kampung atau ada kenaikan sekitar 20 persen dibanding tahun sebelumnya. Sementara tahun 2008 data di Polda Metro jaya tercatat 3,2 juta sepeda unit sepeda motor pemudik meninggalkan Jakarta dam sekitarnya.
Dilihat dari trend peningkatan setiap tahun, arus mudik Lebaran kali ini diprediksikan jalur Pantura dan jalur Lintas Sumatera masih akan dipadati oleh jutaan pemudik bersepeda motor. Diperkirakan jumlah pemudik bermotor ini bisa meningkat sekitar 20 persen atau mencapai 4 juta motor.
Bila dilihat dari pertumbuhan jumlah sepeda motor di Jakarta yang kini mencapai 8 juta unit lebih, pemudik bersepeda motor dari tahun ke tahun bisa meningkat. Para pemudik umumnya pulang kampung ke daerah Jabar, Jateng, dan Jatim melalui jalur Pantura.
Akibatnya, jalur antara Bekasi, Karawang, Cikampek, Indramayu, Cirebon, Brebes dan Tegal akan dipenuhi ratusan ribu pengendara motor pada H-4 hingga H-1. Kepadatan ini yang membuat arus mudik menjadi padat hingga menimbulkan kemacetan puluhan kilometer.
Kenaikan jumlah pemudik bersepeda motor ini bukan tidak menimbulkan persoalan. Kecelakaan lalu lintas saat arus mudik dari tahun ke tahun juga meningkat, terutama menimpa pengendara sepeda motor. Tahun 2008 saja tercatat. Tahun 2008 saja terjadi 1.052 kecelakaan, 70% diantaranya pengendara sepeda motor dengan korban sekitar 800 orang tewas. Sedangkan tahun 2009 terjadi 1.544 kecelakaan, dengan korban meninggal 576 jiwa dan 639 luka berat.

Foto Touring 0

ScootLand | 3:17:00 PM | ,

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok

kegiatan semok


Cikajang Adventure 0

ScootLand | 4:47:00 AM | , ,

Cikajang, sebuah kecamatan di Kabupaten Garut Jawa Barat. Keindahan alam dan kesejukan udara di kelilingi perkebunan teh di sekitar kecamatan Cikajang menggugah rasa penasaran kami menginjakkan kaki di Tanah Garut. Kami mulai perjalanan dari Camp di Kawali pada sore hari, memperkirakan perjalanan selama tiga jam. Namun siapa sangka motor salah satu diantara kami ada yang mengalami trouble/kerusakan cukup parah sehingga terpaksa tidak dapat melanjutkan perjalanan. Tidak jauh dari situ terdapat camp brother kita WSC-Pagerageung Tasikmalaya yang bersedia membantu. Kami lanjutkan perjalanan menjelang malam hari, tiba di Garut Kota pukul 9:00 Waktu setempat 20 KM lagi menuju Cikajang. Udara Sejuk dan dingin menyambut kedatangan kami di Cikajang Tak lupa Pula Rekan-rekan dari CSC yang dengan sabar menunggu kedatangan Kami, "berrr....dingin sekali disini" ungkap Udong(23) yang merasakan dingin nya malam di Cikajang, begitu datang Semua langsung Tertidur pulas.

cikajang


Keesokan harinya masih terasa begitu dingin walaupun menunjukan pukul 8:00 waktu Cikajang. Kami diajak oleh pemilik rumah kami singgah untuk jalan-jalan ke kebun sayuran miliknya, sekitar 4 KM dari kediaman. baru setengah perjalanan kami langsung disambut dengan embun pagi dan pesona alam yang jarang kami melihatnya. "kenikmatan paling indah dalam hidup ini adalah melihat segala ciptaanNya, dan inilah salah satunya" tegas Ally(19) sambil menghirup udara segar di sekitar pegunungan. Tak lupa kami mengabadikan moment indah tersebut, berikut adalah beberapa jepretannya :...........

Galunggung the impressive 0

ScootLand | 3:20:00 AM | ,

Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882 (VEI=5). Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40 km dari puncak gunung.

Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.
Letusan Galunggung 1982, disertai petir

Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560x440m yang kemudian dinamakan gunung Jadi.

Letusan terakhir terjadi pada tanggal 5 Mei 1982 (VEI=4) disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 milyar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni.

Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir.

Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi kawasan bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yang terputus, pengerukan lumpur/pasir pada beberapa aliran sungai dan saluran irigasi (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai 'benteng' pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke kawasan Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut juga dilakukan eksploitasi pemanfaatan pasir galunggung yang dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun konstruksi jalan raya. Pada tahun-tahun kemudian hingga saat ini usaha pengerukan pasir galunggung tersebut semakin berkembang, bahkan pada awal perkembangannya (sekitar 1984-1985) dibangun jaringan jalan Kereta Api dari dekat Station KA Indihiang (Kp. Cibungkul-Parakanhonje) ke check dam sinagar sebagai jalur khusus untuk mengangkut pasir dari galungung ke Jakarta.

Amanat Galunggung

Amanat Galunggung adalah nama yang diberikan untuk sekumpulan naskah yang ditemukan di Kabuyutan Ciburuy, Kabupaten Garut, salah satu naskah tertua di Nusantara.

Pengantar
Naskah ini ditulis pada abad ke-15 pada daun lontar dan nipah, menggunakan bahasa dan aksara Sunda Kuna. Naskah ini berisi nasihat mengenai etika dan budi pekerti Sunda, yang disampaikan Rakyan Darmasiksa, Raja Sunda ke-25, Penguasa Galunggung, kepada puteranya Ragasuci (Sang Lumahing Taman).

Isi
Di Kabuyutan Ciburuy, hingga kini orang menyimpan naskah-naskah kuno. Salah satu naskah kuno yang ditemukan di kabuyutan itu—sebelum disimpan di Perpustakaan Nasional Jakarta—adalah ”Amanat Galunggung”.

Nama atau judul ”Amanat Galunggung” berasal dari filolog Saleh Danasasmita, yang turut mengkaji naskah tersebut, kemudian turut mengompilasikan hasil kajiannya dalam ”Sewaka Darma, Sanghyang Siksakandang Karesian, Amanat Galunggung” (1987). Naskah ini menggunakan bahasa Sunda kuno dan aksara Sunda. ”Amanat Galunggung” berisi ajaran moral. Dalam naskah ini antara lain disebutkan bahwa kabuyutan harus dipertahankan. Raja yang tidak bisa mempertahankan kabuyutan di wilayah kekuasaannya lebih hina ketimbang kulit musang yang tercampak di tempat sampah. Dengan demikian, dalam tata politik dahulu kala, pusat-pusat kegiatan intelektual dan keagamaan rupanya memiliki kedudukan yang sangat penting. Kabuyutan tampaknya merupakan salah satu pilar yang menopang integritas negara, sehingga tempat itu dilindungi oleh raja, bahkan dianggap sakral

Berikut adalah poin-poin pokok pada halaman pertama naskah tersebut:

* harus dijaga kemungkinan orang asing dapat merebut tanah kabuyutan (tanah yang disakralkan)
* barang siapa yang dapat mendudukan Galunggung sebagai tanah yang disakralkan akan memperoleh kesaktian, unggul perang, berjaya dan dapat mewariskan kekayaan sampai turun temurun
* lebih berharga kulit lasun (musang) yang berada di tempat sampah dari pada putra raja yang tidak mampu mempertahankan tanah airnya
* jangan memarahi orang yang tidak bersalah
* jangan tidak berbakti kepada leluhur yang telah mampu memper-tahankan tanah air pada jamannya.

Road To Java Scooter Rendezvous 3 0

ScootLand | 7:06:00 AM | ,

Borobudur 13-14 Desember 2008

"Magelang heurin ku Vespa" mungkin itulah kesan pertama kami menginjakan kaki di tanah magelang. Tepatnya di Lapangan dr.Soepardi Kota Mungkid Magelang Jawa Tengah. Serta tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara acara JSR 3. Acara yang sekian lama kami tunggu-tunggu setelah sebelumnya JSR pertama dilaksanakan di Banjar Patroman th. 2006, Jawa Barat lalu yang kedua kalinya di TMII, Jakarta th 2007. dan untuk tahun depan JSR 4 Semua belum tau Pasti............

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Ally, Setum, Jawa-Bangsat, Doyok, Babond, Ade Kacang, Gilang, Udong


Photobucket

sebelum pulang kita mampir dulu di Borobudur Skalian Silaturahmi ma anak2 BSC (Borobudur Scooter Club)


Photobucket

Pertemuan tahunan scooteris se-Indonesia tahun ini Jateng tampil sebagai tuan rumah dan ditunjuklah Magelang sebagai tempat digelarnya acara. Ketua Panitia, Sukoco mengatakan pertemuan scooteris ini sedianya hanya untuk wilayah Jawa dan Madura. Namun, respon para scooteris seluruh nusantara ternyata luar biasa.

Photobucket

”Banyak peserta yang datang dari luar Jawa-Madura. Tak kurang dari 21.000 scooteris berkumpul. Mereka yang berasal dari Pulau Jawa, hampir semua
Kabupaten dan Kota terwakili,”katanya.

“Magelang dipilih sebagai tempat kontes untuk ketiga kalinya sesuai dengan
keputusan rapat bersama yang diadakan pada JSR yang kedua di Jakarta. Dalam kegiatan acara selama dua hari ini, kami mengadakan berbagai acara diantaranya bhakti sosial, donor darah, serta lomba atau kontes vespa dari
para peserta,” ujar Koordinator JSR Sukoco.

Hal itu dikatakan Sukoco kepada penulis di sela-sela acara, Minggu (14/12/2008). JSR kali ini adalah putaran ketiga, setelah putaran sebelumnya diadakan di Banjar Patroman, Jawa Barat dan TMII di Jakarta.

Kontes vespa yang diadakan JSR kali ini, terbagi dalam enam kategori. Yakni kategori modifikasi ektrims-standart original, kategori sesan, kategori touring, kategori air brush, kategori retro classic dan kategori original.

Photobucket

Modification Contest

Photobucket


 
:: Scootboy Blog :: Copyright © 2010 551 Community is Designed by Ally-Semok Home | RSS Feed | Comment RSS